Bahagia dengan apa yang dimiliki

Disaat kita merasa cukup dengan apa yang dimiliki maka hidup ini merasa jauh lebih baik.

Saat sedang bermain sosial media banyak orang orang yang memakai barang barang yang sebetulnya ingin saya miliki. ketika saya dikirim uang oleh orang tua yang dipikirkan adalah apa yang ingin saya beli, bukan yang paling saya butuhkan. Tidak sampai sebulan uang direkening saya sudah mulai habis karena sering membelajakan tanpa memikirkan keperluan yang harus dipenuhi.

Motivasi waktu itu adalah saya ingin memiliki pakaian atau sesuatu yang berhubungan dengan fashion. Padahal ada banyak baju yang numpuk dilemari yang ternyata masih bagus untuk dikenakan. Memang saya masih kuliah ingin terlihat keren di kampus, namun terlalu memaksakan diri saya pikir itu membuat saya jauh lebih bahagia. Namun kebahagian hanyalah sementara saja, sedangkan keinginan untuk berbelanja terus bertambah.

Ketika saya benar benar tidak mempunyai uang disitu ada hal yang harus dirubah, saya menjadi boros tidak bisa mengatur pengeluaran tidak pernah menabung. pakaian hanyalah sekedar pakain bila tertumpuk dilemari meskipun memang masih ada nilai jual. Namun belum tentu itu akan membuat kita jadi lebih bahagia tidak ada jaminan.

ketika kita berusaha mendorong diri ini untuk bahagia dengan apa yang kita miliki tanpa harus mewajibkan mengikuti trend maka akan terus merasa cukup dengan apa yang dimiliki. bukankah sesuatu yang berlebihan juga tidak baik jadi merasa cukup adalah obat dari menyembuhkan kecanduan terhadap apapun itu.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.