Lebih baik saya dikerok sampe merah daripada disuntik!

Ketika musim hujan tiba saya selalu mempersiapkan jas hujan, sandal, jaket dan baju salin disertai obat obatan biar tidak masuk angin. Namun saking padatnya jadwal perkuliahan membuat saya tumbang, badan lemas mana masuk angin pula bawaanya minta dikerokin.
Kerokan sudah menjadi solusi bila sudah merasa masuk angin, jadi jarang ada yang periksa ke klinik. kerokan sudah hal yang populer dan selalu digunakan karena sangat mudah, hanya koin logam dan balsem untuk mengeluarkan angin dari tubuh.
Balsem digunakan untuk menghindari kelecetan dan luka pada area kulit, biasanya selain balsem bisa memakai lotion atau minyak telon dan olive oil. Sehingga tubuh menjadi hangat dan proses penyembuhan menjadi efektif. Lalu kenapa setelah dikerok badan terasa begitu segar?
Yang jelas kerokan berfungsi memperlebar pembuluh dari yang menyempit terutama daerah punggung yang pembuluh darah kulitnya paling panjang dan menyebar kemana mana. Saat dikerok pembuluh darah kapiler dipermukaan kulit akan pecah dan memaksa pembuluh darah disekitarnya untuk melebar.Pelebaran yang ditandai dari pembesaran diameter vaskuler ini juga disertai dengan migrasi sel darah putih
bila saat dikerok diarea badan dan hasilnya memerah pasti ada yang mengatakan banyak angin yang sudah keluar dari dalam tubuh. Setidaknya hal inilah yang dipercaya oleh banyak orang bahwa kerokan mampu mengeluarkan angin.
Memang dari sisi medis kerokan ternyata memiliki dampak baik bagi kesehatan. koin yang digosokkan pada kulit akan menghasilkan panas yang akan membuat suhu tubuh kamu akan meningkat.
Tekanan yang dihasilkan saat kulit dikerokkan akan mengakibatkan terjadinya pemaparan jaringan endotel yang merangsang tubuh menghasilkan endorfin. Endorfin yang dilepaskan tubuh inilahh yang membuat kita menjadi nyaman, dan segar.
Namun sebaiknya hati hati terhadap dampak negatif yang bisa terjadi hal ini karena kerokan menyebabkan pori pori kulit kamu menjadi terbuka dan rentan dimasuki oleh virus dan bakteri.